Subscribe

Powered By

Free XML Skins for Blogger

Powered by Blogger

9.19.2008

Liga Italia Pekan Ini: Menanti Kemenangan Mourinho Berlanjut

Jakarta - Pekan lalu Jose Mourinho meraih kemenangan pertamanya di Seri A dengan dibumbui kontroversi. Akankah Mourinho melanjutkan efek kemenangannya pekan ini?

Mourinho mengawali langkahnya di Seri A dengan hasil yang tak bisa dibilang cemerlang. Menghadapi Sampdoria, Nerazzurri hanya bermain imbang 1-1. Sebagai pelatih yang punya reputasi besar, The Special One tentunya diharapkan meraih kemenangan.

Pada pekan kedua, kemenangan itu akhirnya datang. Adalah Catania yang menjadi klub pertama yang ditundukkan Inter di Seri A musim ini. La Beneamata menang dengan skor tipis 2-1.

Nah, di sinilah reputasi Mourinho lainnya, yakni gemar mengeluarkan komentar panas, muncul. Komentarnya yang mengatakan Giacomo Tedesco berakting--yang mengakibatkan dikartu merahnya Sulley Muntari--dan sesumbarnya bahwa Inter seharusnya bisa menang hingga 5-1, membuatnya terlibat cekcok dengan petinggi Catania, Pietro Lo Monaco.

Lo Monaco mengatakan bahwa mulut Mourinho selayaknya disumpal. Sementara Mourinho membalas dengan mengatakan ia tak pernah mengenal Lo Monaco dan bahwa bos Catania itu hanya mencari sensasi belaka demi nampang di halaman depan koran.

Well, memang begitulah Mourinho. Ia sudah terbiasa terlibat adu mulut dengan pihak lain--atau pelatih klub lain--sejak melatih Chelsea di Liga Inggris. Tetapi bagi Seri A, ini merupakan sebuah efek baru di dalam tubuh mereka.

Namun, di balik mulut besarnya, ia juga sukses membuktikan ia bukanlah pelatih sembarangan. Siapa tokoh paling penting di balik bangkitnya The Blues sebagai raksasa Premier League? Jawabnya jelas Mourinho.

Jadi, jika melihat reputasi Mourinho, wajar rasanya jika Interisti berharap efek kemenangan yang sudah diraih atas Catania pekan lalu berlanjut pekan ini. Torino yang akan menjadi lawan sendiri punya rekor tak bagus jika melawan Inter. Il Granata selalu menelan kekalahan dalam enam pertemuan terakhirnya dengan La Beneamata. Mereka kebobolan 14 gol dan hanya mencetak satu gol ke gawang Inter.

Di atas kertas Inter relatif tak akan kesulitan mengatasi Torino. Dengan statusnya sebagai "Si Spesial", Mourinho seharusnya mampu melanjutkan tren kemenangannya di Seri A. Bisa?

Milan Berburu Kemenangan Pertama

Sementara Inter berkonsentrasi untuk melanjutkan kemenangan mereka, sang rival sekota, AC Milan, masih berkutat dengan "bagaimana caranya meraih kemenangan pertama". Setelah kalah di dua laga perdana, mereka kini akan menghadapi Lazio, sang pemimpin klasemen yang penampilannya tengah konsisten.

Bagi Rossoneri ini bisa jadi momen penghentian hasil buruk, sementara bagi Biancoceleste ini bisa menjadi ajang pembuktian bahwa hasil yang mereka raih bukanlah pembuktian. Milan mendapat suntikan moral lebih karena mereka baru saja mengalahkan FC Zurich 3-1 di Piala UEFA.

Yang juga tengah mencari kemenangan perdana adalah AS Roma. Runner up Seri A musim lalu itu kini terdampar di posisi 16 dengan rekor satu kali imbang dan satu kali kalah. Makin menyesakkan karena di Liga Champions midweek lalu, mereka juga takluk di tangan tim debutan asal Rumania, CFR Cluj.

Kali ini Roma akan menghadapi Reggina yang dalam dua laga perdananya selalu menelan kekalahan. Pertanda Roma bakal meraih kemenangan pertamanya? Kita lihat saja nanti.

Dua penghuni empat besar musim lalu lainnya, Juventus dan Fiorentina, akan menghadapi lawan yang memiliki keadaan berbeda. Juve akan meladeni Cagliari yang merupakan penghuni dasar klasemen saat ini. Sementara La Viola, yang juga belum pernah meraih kemenangan, akan menghadapi Bologna yang tak bisa ditebak. Setelah sukses menekuk Milan di pekan pertama, Bologna malah kalah 0-1 dari Atalanta di pekan kedua.

Bianconeri tengah menjajaki jalannya kembali sebagai tim besar. Konsistensi permainan dengan tetap mempertahankan tren kemenangan telah mereka tunjukkan ketika menundukkan Zenit St Petersburg di Liga Champions.

Sedangkan Fiorentina sebenarnya tak tampil terlalu jelek. Mereka punya Alberto Gilardino yang telah menemukan ketajamannya kembali--melawan Lyon di Liga Champions, ia mencetak dua gol. Namun, problem di lini belakang akibat absennya bek tengah andalan mereka, Alessandro Gamberini, harus segera dicari solusinya oleh pelatih Cesare Prandelli. (source)

Mourinho: Saya Bukan Pembuat Onar

Milan - Jose Mourinho menolak dirinya disebut pembuat onar terkait perseteruannya dengan Pietro Lo Monaco. The Special One menyebut dirinya hanya membela diri dari serangan lawan.

Akar perseteruan Mourinho dengan Lo Monaco, yang kemudian sampai ditanggapi menteri dalam negeri Italia, adalah laga Inter vs Catania yang berkesudahan 2-1. Mourinho menyebut kalau Nerazzurri bisa menang 5-1, komentar yang kemudian ditanggapi dengan tak kalah pedas oleh Lo Monaco yang merupakan Direktur Olahaga Catania.

"Mulutnya harus dipukul," seru Lo Monaco menyerang balik Mourinho. Pernyataan tersebut kemudian kembali ditanggapi pelatih Portugal yang mengejek nama Lo Monaco, perang kata-kata yang terus berlanjut dengan saling balas antara mereka berdua.

"Saya bukan provokator, saya hanya ingin membela tim saya," ungkap Mourinho seperti diberitakan Goal.

Soal tuduhan Lo Monaco yang menyebut dirinya mencari uang dengan publikasi juga dibantah. Yang dilakukan pria 45 tahun itu adalah hanya mencoba tak lari dari masalah.

"Tidak benar kalau masalah selalu timbul setiap saat saya mengatakan sesuatu. Saya tidak lari dari masalah, tapi saya juga tidak mencari masalah. Jika seseorang menyentuh tim saya, maka sayalah orang pertama yang akan membela mereka, itu saja," pungkas Mourinho. (source)

Bos Catania: Italia Tak Rugi Tanpa Mourinho

Catania - Direktur sport Catania Pietro Lo Monaco cepat merespons ledekan Jose Mourinho. Walaupun minta maaf atas sebuah kalimat sarkasnya, tapi ia tetap merasa Mourinho tetap perlu diberi pelajaran.

"Aku rasa sepakbola Italia tidak kehilangan apapun tanpa seorang Mourinho," sergah Lo Monaco, yang dianggap mencari popularitas dengan berperang kata-kata dengan pelatih Inter Milan itu.

"Pertama-tama, aku sama sekali tidak peduli dengan headline koran. Aku tak pernah mencoba mencari ketenaran. Aku hanya fokus pada usaha berbuat yang terbaik dengan dana sederhana yang disediakan presiden klub kami, yang mana dikerdilkan oleh tim Mourinho."

"Kedua, sungguh tidak bersyukur bahwa Mourinho menghasilkan uang lewat publikasi dan melemparkan ini semua ke wajahku, bersama dengan warga Catania dan semua klub kecil. Superioritasnya menjijikkan."

Lo Monaco juga mengomentari pernyataan Mourinho tentang namanya, yang dikait-kaitkan dengan biksu Tibet, Kerajaan Monaco, Bayern Munich, dan Grand Prix Monaco.

"Aku dipanggil Lo Monaco, bukan cuma Monaco. Dan aku yakin sejam kemudian Mourinho akan mengingat itu dengan lebih jelas," sergah petinggi Catania itu seperti dikutip Channel4, Selasa (16/9/2008).

Meski demikian Lo Monaco meminta maaf atas sebuah komentarnya yang sarkas dengan kebiasaan Mourinho bersilat lidah. Ia memilih kalimat "mulut dia harus disumpal!"

"Aku tidak bermaksud menghasut kekerasan. Aku minta maaf kalau apa orang yang beda menafsirkannya," tukas dia.

"Aku pikir selama bertahun-tahun Catania telah menunjukkan sikap keberatan yang kuat pada bentuk kekerasan apapun dan ucapan-ucapanku hanya salah dipahami."

"Inter memiliki skuad terkuat di Eropa, tapi sayangnya mereka juga punya pelatih bermulut terbesar, yang suka bicara seenaknya tanpa memikirkan akibatnya." (source)

Mourinho Ledek Petinggi Catania

Milan - Gara-gara disebut mulutnya perlu disumpal, Jose Mourinho menyerang lagi kubu Catania. Sasaran tembak terakhirnya adalah seorang petinggi Catania. Habis-habisan ia meledek Pietro Lo Monaco.

Mourinho memainkan keahliannya berkata-kata sewaktu mengomentari kemenangan Inter Milan atas Catania dengan skor 2-1 akhir pekan lalu. Kata dia, Inter seharusnya bisa menang sampai 5-1.

Pria Portugal itu juga menyindir Giacomo Tedesco yang dianggap berakting untuk mengeluarkan Sulley Muntari. Wasit menganggap Muntari sengaja menyikut Tedesco dan gelandang asal Ghana itu diganjar kartu merah.

Lo Monaco yang adalah direktur sport Catania tidak senang dengan ucapan-ucapan Mourinho. Ia menilai Mourinho tidak punya rasa hormat pada tim lawan, sesama pelatih, bahkan negara yang telah menerima dia (Italia--Red).

"Aku takkan membungkuk untuk menyamai level dia. Tapi aku katakan bahwa dia takkan menang dengan omongan lembutnya. Dia harus belajar menahan lidahnya," tutur Lo Monaco kepada Radio Anch'io Sport.

"Jujur saja, aku rasa orang ini mulutnya harus disumpal,” sambung dia. “Aku harap dia selalu menang, karena kalau tidak, dia bisa mengemas koper dengan cepat dan angkat kaki dari sini."

Nah, diserang seperti ini Mourinho tentu saja membalas. Dan dia melakukannya dengan "hanya" mencungkil nama Lo Monaco, yang artinya adalah "biksu", juga 'Munich' dalam bahasa Italia.

"Siapa itu Lo Monaco? Aku tahu biksu Tibet, Kerajaan Monaco, dan Bayern Munich serta GP Monaco. Cuma itu," sergahnya seperti dikutip dari Channel4.

"Kalau Lo Monaco ini ingin tenar dengan membicarakan aku, dia harus bayar. Aku sudah punya sponsor-sponsor yang membayarku untuk publisitas, dan aku tidak dibayar untuk sebuah nama Lo Monaco. Aku rasa mereka yang ingin ada di halaman depan koran-koran tahu caranya." (source)

9.16.2008

Mourinho Cibir 'Akting' Tedesco

Milan - Jose Mourinho menyalahkan pemain Catania, Giacomo Tedesco, atas kartu merah yang diterima Sulley Ali Muntari. Ia menyebut Muntari dikartu merah karena Tedesco berakting.

Dalam laga yang berkesudahan 2-1 untuk kemenangan Inter Milan itu, Muntari dikeluarkan wasit karena dianggap menyikut Tedesco. Namun, Muntari mengatakan bahwa saat itu ia hanya berusaha menjaga bola dari rebutan Tedesco yang tengah menjaganya.

"Wasit melihat saya mengibaskan tangan saya dan ia benar bahwa seharusnya saya tak melakukan hal itu. Tapi, saya hanya mempertahankan bola saya," ujar Muntari di Channel4.

"Setelah mengatakan itu, bahkan tak ada anak kecil yang akan mendramatisir keadaan seperti itu. Ia jatuh seperti habis dipukul Muhammad Ali!"

Muntari pun langsung dibela Mourinho. Pelatih asal Portugal itu juga setuju dengan pendapat Muntari yang menyebut bahwa Tedesco memang berakting.

"Dia (Muntari) memiliki dua mata dan keduanya tak melihat Tedesco ada di belakangnya. Saya banyak melihat DVD musim lalu dan paham bahwa di Inggris Tedesco pasti akan dilabeli 'tidak fair play'. Di Italia, ia akan disebut 'pintar'" tandas The Special One.

"Saya pikir Tedesco langsung meninggal setelah kejadian itu. Namun, nyatanya ia bisa sembuh dan bermain di babak kedua," tukasnya sinis. (sumber)

Mourinho: Inter Harusnya Bisa Menang 5-1

Milan, Menjamu Catania, Inter Milan hanya bisa menang tipis 2-1. Padahal menurut Allenatore Inter Jose Mourinho, timnya sebenarnya bahkan bisa menang sampai 5-1.

Penampilan "La Benamata" sendiri sebenarnya tidak teramat dahsyat, bahkan juga tertinggal lebih dulu. Dari dua gol yang dicetak ke gawang Catania, kesemuanya sedikit berbau keberuntungan.

Gol pertama Inter lahir usai tendangan Ricardo Quaresma mengenai Giuseppe Mascara dan menceplos masuk ke gawang lawan. Sedangkan gol kemenangan justru lahir dari gol bunuh diri Christian Terlizzi.

Meski begitu, Inter boleh dapat kredit khusus karena meraih kemenangan itu dengan minus satu pemain. Dalam kedudukan 1-1, Sulley Ali Muntari sudah dikartu merah wasit sehingga "Nerazzuri" harus bermain dengan sepuluh orang di babak kedua.

"Di babak pertama, saat kedua tim sama-sama masih bermain dengan 11 orang, kami tampil sangat bagus," nilai Mourinho seperti dikutip Channel 4, Minggu (14/9/2008).

"Kami tertinggal lebih dulu tapi tim bereaksi dengan bagus dan mencetak gol lewat Quaresma. Catania memainkan permainan mereka, kendati hasil sebenarnya bisa 3-1, 4-1 atau 5-1 buat kemenangan kami," yakin dia.

Dalam kemenangan pertamanya di Giuseppe Meazza itu, Mourinho juga tak lupa memberikan cibiran buat pelatih Catania Walter Zenga. "Saya dengar Zenga bicara pada pekan ini dan sepertinya dia ingin datang ke sini dan menang, tapi dia ternyata tak bisa," tandas manajer asal Portugal tersebut. (sumber)

Inter Tekuk Catania 2-1

Milan - Inter untuk sementara memuncaki klasemen sementara Serie A dengan empat poin setelah memetik kemenangan 2-1 atas Catania di Giuseppe Meazza, Minggu (14/9/2008) dinihari.

Tiga poin dari laga pertama di kandang ini dipersembahkan oleh pemain anyar Inter Ricardo Quaresma dan kealpaan lini belakang Catania Christian Letizi yang menjebol gawangnya sendiri di awal babak kedua.

Walau demikian, penampilan Inter tidak terlalu dahsyat. Skor 2-1 saat menjamu tim medioker dirasa kurang menggambarkan kekuatan Inter sebenarnya, walaupun Inter hanya berkekuatan 10 pemain sejak menit ke-44.

Adapun Nerrazzurri langsung mengancam sejak menit-menit awal, salah satunya lewat sundulan Zlatan Ibrahimovic yang masih melintas di atas mistar. Demikian juga usaha Mario Balotelli yang belum membuahkan hasil.

Sebaliknya, Catania yang tampil tertekan hampir sepanjang babak pertama malah mampu unggul lebih dulu di menit 42. Gianvito Plasmati yang membawa tim tamu unggul lewat sundulannya, memaksimalkan umpan Giuseppe Mascara.

Keunggulan tersebut tidak bertahan lama setelah Quaresma mampu menyamakan kedudukan. Hendak melakukan crossing, bola malah mengarah ke gawang Albano Bizzarri setelah sebelumnya mengenai salah satu pemain Catania.

Semenit kemudian, Inter harus bermain dengan 10 pemain setelah Sulley Ali Muntari tertangkap mata wasit Antonio Damato memukul Giacomo Tedesco. Kartu merah pun langsung dicabut untuknya.

Walau demikian, Inter tetap mendominasi jalannya pertandingan, termasuk di babak kedua. Bahkan tim besutan Jose Mourinho ini mampu unggul ketika pertandingan baru memasuki menit ketiga ketika Terlizzi alpa menyapu bola yang malah masuk ke gawangnya sendiri.

Inter terus menekan meski sudah memimpin 2-1. Sejumlah peluang tercipta, di antaranya dari sundulan Nicola Burdisso, tendangan Maicon juga Luis Figo yang hanya berhadapan dengan kiper Catania. Ibrahimovic juga sempat melepas tendangan voli di menit 85. Namun jika tidak karena sedikit keluar sasaran, Bizarri kerap menjadi penghalang skuad Inter untuk menambah keunggulannya. Skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Susunan pemain:
Inter: Julio Cesar; Maicon, Burdisso, Materazzi, Maxwell; Quaresma (Mancini 78), Muntari, Vieira, Figo (Zanetti 46); Ibrahimovic, Balotelli (Cambiasso 66)

Catania: Bizzarri; Silvestri, Terlizzi, Stovini, Silvestre; Biagianti, Ledesma, Tedesco (Antenucci 74); Martinez (Dica 61), Plasmati (Paolucci 61), Mascara (sumber)